firqoh jabariyah

 

Kemunculan Jabariyah: Paham Fatalisme Teologis dalam Islam

Jika Qadariyah berada di kutub ekstrem kanan dengan menganggap manusia memiliki kebebasan penuh (free will), maka Jabariyah muncul sebagai kutub ekstrem kiri yang bertolak belakang.

Paham ini memandang bahwa manusia sama sekali tidak memiliki kehendak, daya, maupun pilihan (fatalisme). Manusia bergerak dan bertindak semata-mata karena dipaksa (m مجبور / majbur) oleh takdir Allah, bagaikan bulu yang ditiup angin.

1. Kapan Munculnya? (Urutan Kronologis)

Paham Jabariyah muncul sebagian bersamaan dan sedikit menyusul pemikiran Qadariyah, yakni pada akhir abad ke-1 Hijriah hingga awal abad ke-2 Hijriah.

  • Cikal Bakal Awal: Digagas oleh Al-Ja'd bin Dirham (w. 124 H / 742 M).
  • Matang dan Terformulasikan: Disebarkan secara masif oleh muridnya, Jahm bin Safwan (w. 128 H / 746 M) di Khurasan (Persia).

2. Tokoh Utama dan Peran Sejarahnya

  • Al-Ja'd bin Dirham (w. 124 H / 742 M) Orang pertama yang melontarkan benih ideologi penolakan sifat-sifat Allah (ta'thil) dan menyatakan Al-Qur'an adalah makhluk. Ia dieksekusi mati oleh Gubernur Khalid bin Abdullah al-Qasri di Kufah pada hari Idul Adha.
  • Jahm bin Safwan (w. 128 H / 746 M) Tokoh sentral yang mengodifikasi dan menyebarkan paham ini hingga pengikutnya dijuluki kelompok Jahmiyyah. Selain mengajarkan Jabariyah Ekstrem, ia menyatukannya dengan doktrin Murji'ah Ekstrem (iman cukup marifat dalam hati) dan penolakan sifat Allah (ta'thil). Jahm dihukum mati pada tahun 128 H karena terlibat pemberontakan politik melawan Bani Umayyah bersama Al-Harits bin Suraij.

3. Latar Belakang dan Pemicu Munculnya

  1. Reaksi Ekstrem terhadap Qadariyah: Ketika Qadariyah mendewakan kehendak bebas manusia, Jabariyah muncul sebagai reaksi sebaliknya untuk membela Mahakuasa-nya Allah secara ekstrem hingga meniadakan peran manusia.
  2. Kondisi Politik Bani Umayyah: Paham Jabariyah sempat dimanfaatkan atau didukung secara implisit oleh sebagian penguasa politik saat itu untuk melemahkan perlawanan rakyat. Narasi yang dibangun: "Kekuasaan dan perbuatan zalim kami ini adalah takdir Allah yang sudah ditetapkan, kalian tidak bisa mengubahnya."
  3. Infiltrasi Filsafat Luar: Jahm bin Safwan menyerap beberapa gagasan logika Aristoteles/Yunani tentang konsep Tuhan sebagai kekuatan alam mutlak yang tidak terikat oleh sifat-sifat khusus.

4. Chronological Timeline (Garis Waktu Sejarah Jabariyah)

Tahun HijriahTahun MasehiPeristiwa Kunci
~100 H – 110 H718 M – 728 MAl-Ja'd bin Dirham mulai mengajarkan benih paham pemikiran ta'thil dan Jabariyah di Kufah/Damaskus.
124 H742 MAl-Ja'd bin Dirham dieksekusi mati di Kufah. Jahm bin Safwan mengambil alih kepemimpinan pemikiran ini dan menyebarkannya di Khurasan.
128 H746 MJahm bin Safwan dieksekusi mati oleh Salm bin Ahwaz. Gerakan pemikiran Jahmiyyah/Jabariyah berlanjut secara kasak-kusuk.
Abad ke-2 – ke-3 H750 M – 850 MPemikiran Jabariyah mendapat perlawanan ketat dari para Imam Mazhab Sunni (seperti Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Asy-Syafi'i, dan Imam Ahmad bin Hanbal).

5. Peta Perbandingan 4 Firqah Awal dalam Sejarah Islam

Untuk mempermudah gambaran pada blog Anda, berikut urutan lengkap kronologi lahirnya firqah-firqah teologi awal:

  1. Khawarij & Syi'ah (~36 H / 657 M): Isu Politik & Perang Shiffin.
  2. Murji'ah Awal (~75 H / 694 M): Reaksi netralitas atas perselisihan Sahabat & dosa besar.
  3. Qadariyah (~80 H / 699 M): Ekstrem Free Will (Manusia penentu mutlak).
  4. Jabariyah (~100 H / 718 M): Ekstrem Fatalisme (Manusia tidak punya kehendak sama sekali).
  5. Mu'tazilah (~110 H / 728 M): Rasionalisasi teologi & penggabungan doktrin Qadariyah.

Komentar