Firqoh Almaturidiyah
Kemunculan Maturidiyah: Pilar Utama Mazhab Teologi Sunni di Timur (Ma Wara’a an-Nahr)
Selain Asy’ariyah, mazhab Maturidiyah (Al-Maturidiyyah) adalah salah satu dari dua pilar utama teologi Ahlus Sunnah wal Jama'ah di kalangan Mutakallimin. Mazhab ini lahir di wilayah Transoxiana (Ma Wara’a an-Nahr / Asia Tengah) sebagai sintesis cerdas yang menggabungkan antara teks syariat dengan penalaran rasional, dengan bertumpu pada warisan metodologi pemikiran Imam Abu Hanifah.
1. Kapan Munculnya? (Urutan Kronologis)
Maturidiyah lahir pada akhir abad ke-3 hingga awal abad ke-4 Hijriah (sekitar tahun 290–310 H / 903–922 M), bertepatan secara linimasa dengan lahirnya mazhab Asy'ariyah di Irak.
- Latar Belakang Geografis & Intelektual: Sementara Imam al-Asy'ari berjuang membantah Mu'tazilah di Basra dan Baghdad, Imam Abu Mansur al-Maturidi berjuang di Samarqand (Uzbekistan modern) melawan dominasi Mu'tazilah, Karramiyah, serta pemikiran-pemikiran filsafat Non-Muslim (seperti Manikeisme/Majusi dan Barahimah) yang marak di wilayah Perbatasan Timur.
2. Tokoh Pendiri dan Sanad Keilmuan
- Imam Abu Mansur al-Maturidi (238–333 H / 852–944 M) Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Muhammad bin Mahmud al-Maturidi al-Samarqandi. Sanad keilmuannya tersambung langsung kepada Imam Abu Hanifah (80–150 H) melalui murid-murid utamanya seperti Abu Sulaiman al-Juzjani, Ahmad bin Ishaq al-Juzjani, dan Muhammad bin Muqatil ar-Razi.
- Karya Utama: Kitab at-Tawhid (fondasi utama teologi Maturidiyah) dan Ta'wilat Ahl as-Sunnah / Ta'wilat al-Qur'an (kitab tafsir berorientasi akidah dan fiqih).
3. Tiga Periodisasi Perkembangan Mazhab Maturidiyah
A. Era Formasi & Fondasi (Abad ke-3 H – ke-4 H)
- Karakteristik: Peletakan batu pertama prinsip teologi oleh Imam al-Maturidi. Fiqih mengikuti Mazhab Hanafi, sedangkan akidah dirumuskan menggunakan argumentasi dialektika (kalam) berbasis pemikiran teologi eksplisit dari Imam Abu Hanifah (seperti dalam Al-Fiqh al-Akbar).
- Tokoh Utama: Imam Abu Mansur al-Maturidi (w. 333 H), Abu al-Qasim al-Hakim as-Samarqandi (w. 342 H).
B. Era Kodifikasi & Pengembangan (Abad ke-5 H – ke-9 H)
- Karakteristik: Penyusunan matan-matan teologi yang lebih tersistematis dan penyebaran luas ke wilayah Khorasan, India, hingga Anatolia (Turki). Pada era ini, Maturidiyah menjadi doktrin teologi resmi Kesultanan Seljuk dan Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman).
- Tokoh Utama:
- Abu al-Yusr al-Bazdawi (421–493 H / 1030–1099 M) — Penulis Ushul ad-Din.
- Abu al-Mu'in an-Nasafi (438–508 H / 1046–1114 M) — Tokoh terbesar kedua setelah al-Maturidi, penyusun kitab monumental Tabshirat al-Adillah.
- Najmuddin Umar an-Nasafi (461–537 H / 1068–1142 M) — Penulis matan terkenal Al-'Aqa'id an-Nasafiyyah.
- Kamaluddin Ibn al-Humam (790–861 H / 1388–1457 M) — Penulis Al-Musayarah.
C. Era Kontemporer / Mu'ashirin (Abad ke-14 H – Sekarang / 20–21 M)
- Karakteristik: Dipertahankan secara kelembagaan di pusat-pusat studi Islam Mazhab Hanafi, khususnya di Asia Selatan (India, Pakistan, Bangladesh melalui Darul Uloom Deoband), Asia Tengah (Uzbekistan, Kazakhstan), serta Turki dan sebagian wilayah Balkan.
- Tokoh/Lembaga Utama: Para ulama Deobandi (seperti Anwar Shah Kashmiri, Muhammad Taqi Usmani) dan lembaga Fatwa Diyanet di Turki.
4. Karakteristik & Perbedaan Utama dengan Asy'ariyah
Meskipun Asy'ariyah dan Maturidiyah sama-sama diakui sebagai pilar Ahlus Sunnah wal Jama'ah, terdapat beberapa perbedaan teknis (khilaf lafzhi maupun ma'nawi) di antara keduanya:
- Peran Akal dalam Ma'rifatullah: Maturidiyah memberikan ruang sedikit lebih besar pada akal. Menurut Maturidiyah, akal manusia secara mandiri mampu mengetahui keberadaan Allah (Ma'rifatullah) dan keburukan hal-hal tertentu (seperti kezaliman) sebelum datangnya wahyu, sedangkan Asy'ariyah menyatakan kewajiban tersebut baru ada setelah datangnya wahyu (as-Syar').
- Sifat Takwin: Maturidiyah menetapkan Takwin (Menciptakan/MEMBERI wujud) sebagai sifat dzatiyyah azaliyyah terpisah yang berdiri pada Zat Allah, sedangkan Asy'ariyah mengembalikannya ke sifat Qudrah dan Iradah yang berhubungan dengan hal baharu (ta'alluq tanjizi hadits).
- Penyusunan Sifat: Jika Asy'ariyah mempopulerkan Sifat 20, tradisi Maturidiyah umumnya menetapkan Sifat 8 atau Sifat 13 (menambahkan sifat Takwin).
- Keimanan Orang yang Taqlid: Maturidiyah dan Asy'ariyah sepakat bahwa iman orang yang taqlid (tanpa tahu dalil) tetap sah, namun Maturidiyah lebih melonggarkan syarat beban dosa bagi awam.
5. Chronological Timeline (Garis Waktu Sejarah Maturidiyah)
| Tahun Hijriah | Tahun Masehi | Peristiwa Kunci |
|---|---|---|
| 238 H | 852 M | Kelahiran Imam Abu Mansur al-Maturidi di desa Maturid, Samarqand. |
| ~290 H – 310 H | 903 M – 922 M | Imam al-Maturidi menyusun Kitab at-Tawhid untuk membantah Mu'tazilah dan doktrin non-Muslim di Transoxiana. |
| 333 H | 944 M | Wafatnya Imam al-Maturidi di Samarqand. |
| 508 H | 1114 M | Wafatnya Abu al-Mu'in an-Nasafi; titik puncak kodifikasi dan pematangan argumentasi teologi Maturidiyah. |
| 699 H – 1342 H | 1299 M – 1924 M | Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman) menjadikan Fiqih Hanafi dan Teologi Maturidiyah sebagai mazhab resmi kekhalifahan. |
| 1283 H / Sekarang | 1866 M – Kini | Pendirian Madrasah Deoband di India memperkokoh penyebaran Maturidiyah di wilayah Asia Selatan. |
Master Timeline: Peta Lengkap 9 Aliran Teologi dalam Sejarah Islam
Garis waktu komprehensif untuk pelengkap artikel dan garis waktu (timeline) blog sejarah Anda:
- Khawarij & Syi'ah (~36 H / 657 M): Isu Politik & Kepemimpinan (Imamah).
- Murji'ah (~75 H / 694 M): Reaksi Dosa Besar & Implikasi Definisi Iman.
- Qadariyah (~80 H / 699 M): Wacana Teologi Free Will (Kehendak Bebas).
- Jabariyah (~100 H / 718 M): Wacana Teologi Fatalisme (Takdir Mutlak).
- Mu’tazilah (~110 H / 728 M): Rasionalisasi Dialektika Teologi & Filsafat Yunani.
- Kullabiyah (~220 H / 835 M): Perlawanan Dialektis Membela Akidah Salaf (Cikal Bakal Mutakallimin Sunni).
- Asy’ariyah (~300 H / 912 M): Kodifikasi Teologi Sunni di Irak, Syam, Mesir, dan Maghribi.
- Maturidiyah (~300 H / 912 M): Kodifikasi Teologi Sunni di Asia Tengah, India, dan Turki Utsmani.
- Muta'akhirin & Mu'ashirin (~500 H – Sekarang): Institusionalisasi Mazhab Teologi Utama (Al-Azhar, Deoband, Pesantren Nusantara).
Komentar
Posting Komentar