Akhir daulah abbasiiyah

 Khilafah Abbasiyah mengalami dua fase pembubaran: runtuhnya kekuatan politik (power) di Baghdad, dan runtuhnya pemerintahan secara nama (formal/title) di Kairo, Mesir.

1. Runtuhnya Kekuatan Politik (Power): Tahun 656 H / 1258 M

Kekuasaan politik, militer, dan pemerintahan nyata Khilafah Abbasiyah hancur total saat Kota Baghdad diserbu dan dihancurkan oleh pasukan Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan.

  • Peristiwa: Baghdad dikepung, khalifah terakhir di Baghdad (Al-Musta'shim Billah) dibunuh, dan ibu kota Abbasiyah diratakan dengan tanah.
  • Dampak: Sejak tahun 1258 M ini, Khilafah Abbasiyah kehilangan seluruh kekuatan politik dan wilayah kekuasaannya secara nyata.

2. Runtuhnya Secara Nama & Gelar (Title/Name): Tahun 923 H / 1517 M

Setelah Baghdad hancur, para Sultan Dinasti Mamluk memboyong keturunan Abbasiyah ke Kairo, Mesir, untuk diangkat sebagai "Khalifah" simbolis. Di Kairo, para Khalifah Abbasiyah hanya menjadi simbol keagamaan tanpa kekuatan politik sama sekali (kuasa penuh ada di tangan Sultan Mamluk).

Gelar dan nama Khilafah Abbasiyah baru resmi hilang/bubar sepenuhnya pada tahun 923 H / 1517 M, yaitu saat Sultan Selim I (Sultan Utsmaniyah/Ottoman) menaklukkan Mesir.

  • Peristiwa Penyerahan Gelar: Setelah mengalahkan Dinasti Mamluk dalam Perang Marj Dabiq (1516 M) dan Perang Ridaniyah (1517 M), Sultan Selim I memasuki Kairo.
  • Khalifah Abbasiyah terakhir di Kairo, Al-Mutawakkil III (Al-Mutawakkil 'Alallah III), ditangkap dan dibawa ke Konstantinopel (Istanbul).
  • Di sana, Al-Mutawakkil III secara resmi menyerahkan gelar Khilafah, pedang, dan jubah Nabi Muhammad \text{SAW} kepada Sultan Selim I.

Ringkasan

FaseTahunPeristiwa Kunci
Bubar secara Power (Kekuasaan Real)656 H / 1258 MKehancuran Baghdad oleh Hulagu Khan (Mongol).
Bubar secara Nama & Simbol Gelar923 H / 1517 MSultan Selim I merebut Kairo dan menerima penyerahan gelar Khilafah dari Al-Mutawakkil III.

Jadi, dugaan Anda sangat tepat: Khilafah Abbasiyah secara nama dan simbol resmi berakhir pada tahun 1517 M saat Sultan Selim I masuk ke Mesir. Setelah peristiwa itu, tampuk Kekhilafahan Islam berpindah ke tangan Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman).

Komentar